Tentang rel="nofollow" dan Salah Kaprah rel="dofollow"

Perbedaan Nofollow dan Dofollow.
Salah satu elemen HTML yang paling banyak memiliki atribut adalah tag a (<a></a>). Dua tahun yang lalu saya pernah menyinggung sedikit beberapa atribut link di dalam HTML Link dan Atribut-atribut Pentingnya. Selain atribut-atribut esensial seperti href, title, target, dan rel, ada  atribut lain, yang juga bisa digunakan di berbagai tag HTML, seperti id, class, dan style (untuk menyatakan CSS/styling). Atribut-atribut styling lama sangat jarang digunakan setelah kehadiran CSS (color, width, height, align, dll).

Semua atribut pada tag HTML memiliki fungsi:
1. Untuk memberikan perintah/informasi kepada browser
2. Untuk memberi informasi meta kepada robot crawler, seperti milik Yahoo, Bing, Google, dll.
3. Untuk memberi perintah/informasi kepada proses script seperti javascript, PHP, dll.

Untuk mencapai ketiga fungsi tersebut secara global, baik oleh browser, bot, dll, atribut atau properti baru harus diajukan sebagai microformat, yang diuji dan disetujui oleh W3C. Tanpa persetujuan, atribut dan properti yang diajukan tidak berfungsi, dan oleh karena itu tidak bisa digunakan. Ini yang menjadi landasan kita untuk pembicaraan atribut rel="nofollow" dan rel="dofollow" selanjutnya.

Atribut rel memiliki banyak sekali properti, puluhan, di antaranya adalah external, tag, prefect, bookmark, help, dll. Anda bisa cek beberapa properti umum atribut rel di sini. Kemudian muncul properti nofollow, dan yang baru-baru ini sedang kondang adalah properti author, me, dan publisher, yang digunakan oleh Google untuk mengkaitkan/validasi profil G+ penulis dengan halaman yang ditulisnya, guna memunculkan snippet author di hasil pencarian.

Hakikat Rel="Nofollow"


<a href="http://buka-rahasia.blogspot.com" rel="nofollow"></a>

Salah satu properti atribut rel yang cukup terkenal adalah "nofollow". Penggunaannya kini sangat luas. Bagaimana atribut ini bisa hadir? Tidak lain dan tidak bukan adalah atas inisiatif Google, spesifiknya, atribut rel="nofollow" diusulkan pada awal 2005 oleh Matt Cutts, yang saat itu menjadi software engineer Google, dan seorang Blogger bernama Jason Shellen, yang juga merupakan inisiator Blogger, Google Buzz, dan Brizzly. Mereka meyakini komentar spam berpengaruh buruk terhadap komunitas blogging (blogosphere) sehingga penggunaan atribut ini sangat dibutuhkan.

Masih pada tahun yang sama, Google mengumumkan bahwa hyperlink yang mengandung atribut rel="nofollow" tidak akan berpengaruh pada PageRank link target. Dengan kata lain, atribut ini memberi isyarat kepada Googlebot untuk tidak "menghadiahkan" PageRank pada link yang dirujukkan oleh suatu halaman. Langkah ini diikuti oleh Yahoo, dan beberapa tahun kemudian, oleh Bing. Ask.com juga mengkonfirmasi penerapan yang sama jauh beberapa tahun belakangan. Namun demikian, masing-masing search engine memiliki intepretasi berbeda-beda terhadap rel="nofollow", efeknya bervariatif, dan tentunya memiliki tujuan sendiri-sendiri.  Penggunaan value nofollow  pada rel merupakan bahasa kepada algoritma search engine, dalam hal ini adalah robot crawler, untuk mengabaikan atau tidak mengikuti (no follow) sebuah link dan tidak meneruskan PageRank dari halaman perujuk (pemberi backlink).

Perdebatan mengenai kemunculan atribut baru ini cukup santer dan keras. Kebetulan pada waktu itu saya untuk pertama kalinya mengenal blogging dan mendengar sendiri pembicaraan hangat atribut rel="nofollow" itu, meski pada waktu itu belum benar-benar paham esensinya. Namun demikian, atribut ini tetap digunakan; pertama kali diterapkan pada Blogger, kemudian disusul oleh beberapa platform lainnya.

Meski penggunaan atribut ini memiliki fungsi jelas, banyak webmaster yang bisa mengakalinya untuk melakukan PageRank sculpting. Akhirnya, pada 15 Juni 2009, Matt Cutts mengumumkan di blognya bahwa Googlebot tidak akan memperlakukan rel="nofollow" seperti sebelumnya untuk menghindari kecurangan tersebut. Meskipun saat ini, dengan bantuan PHP dan atau JavaScript, kita bisa menghapus atau menyembunyikan rel="nofollow" (obfuscation). Ini yang mendasari pemunculan plugin-plugin/modul (yang kemudian dinamakan sebagai "dofollow") pada beberapa platform blog/website, yang akan kita bicarakan nanti.

Jadi sudah sangat jelas sekarang. Kesimpulan sederhananya adalah:
1. Hyperlink tanpa atribut rel="nofollow" diikuti dan meneruskan PageRank:
<a href="http://buka-rahasia.blogspot.com"></a>
2. Hyperlink dengan atribut rel="nofollow" tidak diikuti dan tidak meneruskan PageRank:
<a href="http://buka-rahasia.blogspot.com" rel="nofollow"></a>


Kemunculan istilah Dofollow, Blog Dofollow, dan rel="dofollow"


Sejauh pengetahuan saya, istilah ini muncul lantaran nama plugin WordPress ciptaan Dennis yang berfungsi menghapus/menyembunyikan rel="nofollow". Kehadirannya, pada 2005 juga, adalah sebagai reaksi pada penggunaan rel="nofollow". Menurutnya, atribut ini tidak ada manfaatnya (Februari, 2005), selamanya dan sampai kapanpun juga komentar spam akan terus ada. Sampai saat ini, plugin tersebut masih terus dikembangkan dan digunakan oleh blog-blog dofollow. Ya, namanya adalah Do Follow Plugin. Perhatikan pada kata Do dan Follow. Secara bahasa, kata do (auxiliary) di depan kata kerja positif berfungsi untuk menegaskan kesungguhan, yang artinya adalah "benar-benar mengikuti", sebagai lawan dari kata no follow. Ini seperti mengucapkan kata "I love you" namun kemudian memilih penekanan kesungguhan, jadinya "I do love you". :)

Lantas, istilah "DoFollow" ini diadaptasi untuk menunjukkan bahwa sebuah blog tidak mengandung rel="nofollow" pada hyperlink komentarnya. Pandangan ini berkembang menjadi gerakan perlawanan terhadap penggunaan rel="nofollow" yang tidak mereka setujui, dengan nama "Dofollow Movement". Blog-blog pengikut gerakan ini wajib mencantumkan label atau banner dofollow pada blognya. Pada akhir 2005, banyak blog-blog mengikuti gerakan ini dan mengikis habis rel=nofollow" dari blognya.  Jadi, blog dofollow adalah blog yang tidak menggunakan (menghapus) atribut rel="nofollow" pada link-link di blognya (setidaknya pada link komentar), bukan blog yang menggunakan rel="dofollow". Salah satu jargonnya yang paling terkenal adalah "U Comment, I Follow".

Pada prosesnya, ini menguntungkan spammer untuk lebih giat lagi mendapatkan backlink dari blog dofollow, sehingga lambat laun jumlah blog dofollow semakin berkurang. Saya dulu adalah salah satu dari mereka yang mengikuti gerakan ini dan pernah memiliki blog dofollow, baik di Blogger maupun WordPress (self-hosted). Buka-rahasia.blogspot.com dulu adalah blog dofollow.

Kemunculan rel="dofollow"sebenarnya bersifat accidental. Dia hanyalah istilah atau nama yang dicantumkan untuk melawan rel="nofollow". Blog-blog dofollow mencantumkan tulisan rel="dofollow" pada blognya sebagai indikator, sama halnya dengan label "DoFollow". Artinya, atribut rel dan properti dofollow tersebut tidak benar-benar digunakan dalam hyperlink, melainkan hanya sebagai simbol. Sinyalir kemunculan atribut rel="dofollow" pertama kali di dalam hyperlink adalah dari direktori-direktori dan blog-blog yang khawatir apabila tag hyperlink yang mereka sediakan (sebagai reciprocal link atau pertukaran link) akan dibubuhi rel="nofollow" oleh pendaftar atau peserta tukaran link blog, sehingga kemudian dibubuhkan rel="dofollow" sebagai warning agar link tersebut tidak diedit dan atau ditambahi rel="nofollow". 

Tidak ada pihak satupun yang mengusulkan, mengajukan, dan meminta persetujuan penggunaan rel="dofollow" pada W3C. Dan karena memang tidak pernah diusulkan atau disetujui, maka tidak ada database satupun baik pada search engine, browser, maupun software pengolah script web yang memasukkan value properti dofollow ini. Artinya, properti dofollow tidak dikenal sama sekali.

Lalu, mengapa rel="dofollow" tidak mengalami masalah ketika dibaca search engine dan browser, alias tidak ada error? Alasannya sederhana sekali, karena search engine dan browser tidak mengenali properti "dofollow", dan properti-properti microformat yang tidak dikenal diabaikan begitu saja. Karena tidak dikenali pada saat proses membacanya, maka kemudian dilewati begitu saja. Artinya, link anda yang menggunakan atribut rel="dofollow" dianggap tidak mengandung atribut rel apapun. 

Analoginya seperti ini, anda menambahkan sebuah elemen div di halaman blog dan menghiasnya dengan CSS. Katakanlah, anda menggunakan atribut class dan properti cssdiv (class="cssdiv"), kemudian membuat .cssdiv lengkap dengan stylingnya di head atau file terpisah. Lalu, tanpa sengaja, anda keliru memberi nama properti di tag div. Jika seharusnya adalah <div class="cssdiv">, namun keliru menuliskan menjadi <div class="cssdivv">. Apa yang akan terjadi? Karena browser tidak menemukan properti tersebut pada file CSS (tidak ada database), maka browser kemudian melewatkan pemrosesan styling pada div. Hasilnya, div tidak akan dihiasi apapun. Inilah yang terjadi pada rel="dofollow". Karena properti dofollow tidak dikenali maka tag link dianggap tidak mempunyai atribut rel, search engine mengabaikannya:
<a href="http://buka-rahasia.blogspot.com" rel="dofollow"></a>
Sama saja dengan ini:
<a href="http://buka-rahasia.blogspot.com"></a>
Nah, pertanyaannya, mengapa repot-repot menambahkan rel="dofollow"?

That's it and have a nice blogging, as always...

© Copyright 2013 - 'Til drop! Azmee @ buka-rahasia.blogspot.com. All rights reserved.

Tentang rel="nofollow" dan Salah Kaprah rel="dofollow"
Written by: Ahmad Khoirul Azmi
Thanks for reading! Suka dengan artikel ini? Please link back artikel ini dengan codedi bawah atau share dengan sharing buttons di atas. Copy paste wajib dengan ijin saya, serta menggunakan link sumber seperti di bawah. Gunakan etika. Saya akan berlakukan DMCA COMPLAINT secara langsung tanpa pemberitahuan atas copas tanpa mengikuti ketentuan yg berlaku.

add a comment 62 Comment(s):

bengkalis-pos said...

oh begitu ya mas

Wahyu basofii said...

Berarti apakah blog dofollow dengan blog nofollow sama saja....maav newbie bang khoirul..

Mubasir Alamsah said...

jadi,, bagusnya kita pakek yang mana..??

Rasito Rastam said...

Pada awal berkenalan dengan blog sekitar setahun yang lalu saya juga sempat mengikuti salah kaprah tersebut. Beberapa buku yang saya baca dan tutorial dari berbagai blogger melalui internet banyak yang menganjurkan menambahkan rel="dofollow" agar blog tidak nofollow. Ternyata itu hanya salah kaprah dan tidak berdampak apa-apa pada search engine. :D

abanggoyes said...

Oh ternyata begitu. Jadi selama ini ane keliru mengenai konsep rel dofollow. Akhirnya tercerahkan juga, makasih kang Azmi

Hayardin Putra said...

selamat malam Kang Azmee...kalau blog saya masih Nofollow dan sepertinya belum ada niat untuk menjadikan blog saya menjadi blog Dofollow Kang Azmee...owgh iya Kang,mengapa yaa sampai detik ini google belum melakukan Update Pagerank ? maaf Kang Azmee kalau saya bertanya diluar materi yang dibahas di atas...

Ahmad Khoirul Azmi said...

@abanggoyes: sama-sama sob :)

@Hayardin: Google biasanya memberi jarak update pagerank apabila sebelumnya sudah ada update algoritma,agar tidak berdekatan. Ini pengalaman saya sih. Tapi menurut perkiraan saya, akhir juni atau awal juli akan ada update baru.

Ahmad Khoirul Azmi said...

@Wahyu: Tidak sama. Blog dofollow adalah blog yang menghapus rel="nofollow" pada link komentar. Sedangkan blog nofollow tetap membiarkannya ada.

Secara default atau bawaan, link komentar blog sudah diberi rel="nofollow" dari sononya. Jika ingin punya blog dofollow, hapus itu.

@Mubasir: Saya sedang tidak membicarakan tentang blog dofollow atau nofollow, dan mana yang baik. Yang saya bicarakan adalah tentang penggunaan rel="nofollow" pada link dan tentang kesalahan atribut rel="dofollow". Masalah ingin membuat link nofollow atau dofollow, sederhana saja, gunakan rel="nofollow" jika tidak ingin link dianggap backlink, dan jangan gunakan itu kalo ingin link dianggap backlink.

@Rasito: Benar sekali. Sebelum kehadiran rel="nofollow", semua link itu sudah pasti "dofollow", tidak perlu menambahkan yang aneh-aneh. Tapi sayangnya ini kurang dimengerti dan ditelan mentah-mentah saja.

eltelu said...

Kalau begitu apabila ingin mengubah sebuah blog menjadi dofollow, berarti tidak perlu lagi mengubah rel="nofollow" menjadi rel="dofollow" ya Pak?

Jadi maksud saya begini, kalau begitu apabila kita ingin menjadikan sebuah link (blog) menjadi dofollow, berarti kita cukup menghapus (tidak usah menyertakan) rel="nofollow" pada link yang dimaksud, gitu ya Pak?

Sekian dan terimakasih bila Bapak berkenan memberikan uraian untuk pertanyaan saya tersebut.

Salam.

Ahmad Khoirul Azmi said...

@eltelu: ya, tepat sekali, seperti itu. :)

eltelu said...

Terimakasih atas uraian jawabannya yang cukup singkat, padat, dan jelas, namun sangat memberikan manfaat bagi saya, Pak.

Sebab menurut sepengetahuan saya selama ini (berdasarkan dari berbagai artikel yang pernah saya baca), ketika kita ingin mengubah link (blog) menjadi dofollow, maka yang harus dilakukan adalah dengan cara mengganti rel"nofollow" menjadi rel="dofollow". Tapi rupanya itu hanya salah kaprah dalam pemahaman saja karena ternyata rel="dofollow" itu sebenarnya tidak ada.

Sekali lagi saya sampaikan banyak terimakasih, karena ini merupakan sebuah ilmu (pengetahuan) baru yang sangat bermanfaat bagi saya dan semoga juga bermanfaat untuk Sobat Blogger yang lain.

Ahmad Khoirul Azmi said...

Ya sama-sama :)
Saya baru menyadari mengenai banyaknya yang menggunakan rel="dofollow" setelah ada yang meminta saya menggunakan atribut itu pada salah satu iklan di blog saya. Saya kaget ternyata atribut yang selama ini sudah jelas tidak ada, ternyata banyak sekali digunakan. Saya kemudian browsing dan melihat beberapa artikel di Indo ternyata menyarankan penggunaannya. Cukup mengagetkan bagi saya, karena sejauh semua referensi yang saya dapat sejak jaman rel="nofollow" dikenalkan, saya belum pernah melihat ada artikel/media luar menyarankan itu, karena memang tidak ada rel seperti itu. Maka dari itu, saya cukup kaget dan akhinya memutuskan menulis artikel di atas.

Deden Deni said...

Informasi dari mas Azmi ini memang selalu bermanfaat. Jelas dan terperinci terima kasih mas

infosaja.com said...

Benar Mas,setelah saya cek diblog bahwa memang komentar sudah otomatis diberi rel nofollow ketika ada link yang di yang diletakkan dalam sebuah kolom komentar.

Wahyu basofii said...

Berarti ditambah rel="dofollow" ataupun tidak, tetap akan jadi backlink ya mas..

idbloggertrick.blogspot.com said...

rel dofollow kurasa merupakan kesalahan SEO yang hanya ada di indonesia, sperti algoritma dyno, dll.

tip-gratis said...

pengen baca semuanya sih om. tapi gak punya banyak waktu :) lain kali akan saya baca lagi :).

MRizal Wrc said...

Terima Kasih Mas Untuk Pencerahannya..
Saya Menggunakan Sistem Komentar Google+ namun sistem komentar tersebut saya lihat beraliran dofollow..
apakah mempengaruhi blog tersebut.. ?

Angwyn Benvenuto said...

oo jadi begitu ya mas :)

salam kenal ya :) http://ah-shared.blogspot.com

Ahmad Khoirul Azmi said...

@Deden: Sama-sama sob :)

@infosaja: Ya begitulah. Semua link komentar secara default sudah mengandung rel="nofollow", cek saja pada Blogger, WordPress, Drupal, Joomla, TypePad, LiveJournal, dll.

@Wahyu: Ya. Intinya semua link itu sebenarnya dofollow jika tidak diberi rel="nofollow". Jadi tidak perlu pake rel="dofollow", yang sebenarnya tidak pernah ada itu.

@Idbloggertrick: Benar sekali. Ada banyak kesalahkaprahan yang sebenarnya bisa dibicarakan dan diluruskan. Ya, dyno sama sekali tidak ada. Herannya semua sudah ribut sebelum dibuktikan kebenarannya.

@Tipgratis: Silahkan, bookmark aja :)

@Rizal: Sistem komentar eksternal biasanya menggunakan iframe, seperti G+ dan Facebook, khususnya pada Blogger. Pada WordPress bisa diakali dengan menariknya melalui API ke database, kemudian ditampilkan di bawah iframe. Nah, kemungkinan besar iframe tidak diindeks Google. Jadi tidak berpengaruh terhadap halaman dimana sistem komentar itu ada. Pengaruhnya adalah pada halaman-halaman profil anda. Nah, ini bisa tidak baik kalo digunakan untuk komentar2 spam, karena bisa menguntungkan mereka, tapi merugikan profil anda. :)

@Angwyn: Salam kenal juga :)

nuansapena said...

Alhamdulillah, saya dapat pemahaman tentang nofollow dan dofollow disini dengan lengkap! Trims, artikel yang bagus dan manfaat!

Daniel Erick said...

Terimakasih atas informasi nya mas, saya jadi paham betul apa itu no Folow dan do follow,

kalau menurut saya mending pakai no follow aja, standart dan memang dari sono nya.

Ahmad Manarul said...

Saya sudah lama menunggu mas ahmad khoirul azmi menulis artikel lagi , dan sekarang akhirnya mas ahmad khoirul azmi menulis artikel , karena kurang lebih beberapa minggu ini saya perhatikan blog ini jarang update artikel , jadinya saya kangen deh , BTW makasih mas atas artikelnya :D

Hafid Maulana said...

hahahha lucu lucu :D

dammar-asihan said...

wih makasih om skarang jadi lebih ngerti nih ane...

Cah Gembloengz said...

posting juga mas ahmad tentang tag nofollow dofollow,,seperti yang saya tanyakan kemarin di post "4 Tips Optimalisasi Gambar untuk Meningkatkan SEO (dan Traffic)"

blogmashanif said...

heheh bener ini bro, saya sering bingung kenapa orang-orang menggunakan rel="dofollow" yang sebenarnya tidak berfungsi apapun :)

Neslya Sne said...

Terimakasih atas info tentang nofollow dan dofollow..

Muflich Kamil said...

Ralat, mungkin yang dimaksud 'Pagerank' disini adalah backlink ya mas.. seperti dalam kata 'meneruskan pagerank ke halaman lain'.. CMIIW..

Karena pada dasarnya (sejauh yang saya tahu), Pagerank adalah peringkat masing-masing halaman di SERP Google. Kata 'meneruskan pagerank' terdengar sangat asing di telinga mas :)

Jadi intinya rel=dofollow gak pernah ada ya.. Hanya saja backlink hunter diluar sana masih terus berburu dan mencari kesempatan baru mendapatkan backlink instant tanpa diketahui sang Kepala tim webspam Google, Matt Cutts dan bala tentaranya. ~

:D

Ahmad Khoirul Azmi said...

@muflich:
Pagerank diteruskan melalui backlink, setiap backlink mengemban "pengaruh" pagerank dari halaman yang memiliki pagerank tertentu. Halaman berpagerank 4 berpotensi meneruskan pagerank lewat backlink ke halaman lain, bisa jadi nanti dapat PR 1, 2, 3, tergantung berapa banyak backlink di dalam halaman pemberi rank (link juice possibility), semakin banyak link keluar di halaman berpagerank 4 tersebut, semakin banyak "voting" yang dibagi.

Pagerank(TM) adalah salah produk google, BUKAN nama ranking di hasil pencarian, melainkan predikat yang diberikan oleh Google kepada sebuah halaman karena memiliki nilai vote (yang dihasilkan dari backlink2 yang diberikan halaman2 lain berpagerank lebih tinggi). Page rank, diterjemahkan dari bahasa Inggris artinya "peringkat halaman", bukan peringkat pencarian. Peringkat di hasil pencarian bukan disebut pagerank, tapi "search ranking", atau ranking hasil pencarian.
Read further:
http://tautweb.com/update-algoritma-google-pengaruh-dan-analisis-solusi/
http://tautweb.com/apa-itu-google-pagerank/
http://tautweb.com/apa-itu-link-juice/

rel="dofollow" tidak pernah ada. Tapi peluang meraih backlink dofollow sangat banyak (link2 dofollow adalah link2 yang tidak mengandung rel="nofollow").

Bryan Kapahang said...

wah,, saya suka blog ini,, banyak sekali pengetahuan yang saya dapat makasih admin,,,

admin numpang promosi yah,,

http://find4something.blogspot.com

aikonmedia said...

panjang banget penjelasannya,, tapi artikel bagus. sedikit mudenglah

ane huda said...

saya baru tau kalo rel dofollow itu tidak ada.

pertanyaan saya adalah lebih baik mana menggunakan blog nofollow atau dofollow ?? mungkin bisa di jelaskan pak ??

sebelumnya terima kasih banyak, ini pengetahuan baru bagi saya.

Prisma Try Laksana said...

hadeh, semakin bingung saja dengan dunia blogging

yantasik said...

berarti lebih efektif nofollownya dihilangkan, thanks,,, nambah ilmu lagi dalam dunia blog :)

just4rt.com said...

jadi rel='dofollow' itu tidak terlalu mempengaruhi rangking blog di Search engine ya mas?

Ahmad Khoirul Azmi said...

bukan tidak terlalu mempengaruhi, tapi TIDAK berpengaruh sama sekali karena atribut itu tidak valid dan tidak pernah ada.

Boy Purba said...

masih bingung dan belum mengerti

tempatwisatamu.com said...

Klo iklan-iklan PPC itu link nya dofollow ya Mas? Apa meneruskan pagerank juga? Bagaimana cara mengatasinya?

Ahmad Khoirul Azmi said...

Iklan dalam jaringan iklan ditampilkan dalam iframe, tidak dibaca search engine.

Edy Kurniawan said...

Saya baru tau tentang tidak berfungsinya atribut 'rel=dofollow' ini, padahal sampai sekarang di template saya masih terselip atribut tersebut...

Erwan Setiawan said...

Waduh, jadi makin bingung.

Ahh..
Keep post aja dech.

Hendra Adipranata said...

selamat siang..
mau tanya nih..
bagaimana cara mengurangi atau menghilangkan url yang terdeteksi sebagai duplicate meta descriptions,atau duplicate title tags yang ada di google webmaster tools?

Ahmad Khoirul Azmi said...

Baca ini:

http://buka-rahasia.blogspot.com/2012/01/duplicate-content-indeks-arsip-blog.html

http://buka-rahasia.blogspot.com/2012/07/cara-menambahkan-dan-mengoptimalkan-meta-description-blogger.html

http://buka-rahasia.blogspot.com/2012/11/nofollow-comment-permalink-blogger-agar-tidak-diindeks-google.html

http://buka-rahasia.blogspot.com/2011/06/cara-membuat-label-blogger-nofollow.html

Bustanil Hamid said...

jadi nilai Page Rangking suatu blog tidak berpengaruh pada angka search rangking??? maaf nih masih baby urusan ginian hehehe

Mirza Sharz said...

Menarik juga menyimak ulasannya mas.. ternyata sampai sejauh ini salah kaprah tentang link dofollow dan nofollow masih belum banyak diketahui orang

hendy child said...

owhh,, jadi dofollow itu emang tidak ada ya??? baru blajr ngeblog nih,,

RanggaBlogger said...

Terimakasih banyak atas informasinya mas :D sangat membantu

shinobi2304 said...

apakah pagerank masih berpengaruh di search engine mas

Dyah Ayu Rahmawati said...

dari artikel ttg dofollow/nofollow yg prnh sy bca dr brbagai referensi,baru artikel ini saja yg bisa menjelaskan secara detail dr awal smpe akhirnya,alhamdulillah udah ga bingung lagi :)
Jadi intinya pihak pusatnya itu sbnrnya hanya menyediakan 1rel yaitu rel="nofollow" .. untuk menanggulangi maraknya spammer.. dan kemudian muncul istilah dofollow yg sbnrnya ga ada di database pusat :) sy paling suka sm kalimat terakhirnya.. kalo rel="dofollow" aja sama dengan tanpa rel="nofollow" ,kenapa harus nambah2in lagi (ribet) :D maklum saya pemula dalam blogging mas..kalo nggak keberatan mohon bimbingannya biar lebih baik lagi..saya tunggu kedatangannya di tempat saya yg sangat sederhana ya mas :) terimakasih sebelumnya,makasih ilmunya,salam !!

Ahmad Khoirul Azmi said...

Yup, senang mendengarnya :) Terima kasih sudah menyimak artikel yang demikian panjang. Oke, InsyaAllah akan berkunjung. Thx

Gerry Gerri said...

dari dulu ane ga pernah tau tentang hal ini , dan ga pernah ngerti maksudnya opo ... thanks infonya gann . mejeng juga disini
http://busetdagh.blogspot.com

Andreyan D. said...

ternyata rel dofollow cuma untuk memastikan bahwa blog itu bukan penganut nofollow. berarti gak usah di gunakan juga ngga apa apa. :D

hedeh, saya sempat salah kaprah. -_-

nugroho said...

Akhirnya paham juga...
Makasih bang ahmad khoirul azmi.
kunjungannya ya bang.

jual produk said...

siang bos... mau tanya apa masih menerima pemasangan iklan ?
ukuran 300x250 berapa perbulan boss

Ahmad Khoirul Azmi said...

cek infonya di sini pak http://buka-rahasia.blogspot.com/p/advertise-pasang-iklan-super-murah.html
Dalam waktu terdekat, tanggal 25 yang hendak selesai ada satu sidebar tengah

Albarnation said...

wah mantap artikelnya, makasih mas penjelasannya

Rising Sun said...

tq gan infonya

Mesran said...

Salam kenal

sudah dibaca literatur dari beberapa web tentang nofollow dan dofollow, kecenderungannya masih banyak yang memakai nofollow, karna masih takut pagerank nya terikut karna menggunakan dofollow, padahal pagerank masih 0 NOL hahahah

btw, kenapa yah, web saya di http://mesran.net masih pagerank 0, padahal sudah 3 tahun ada, dan pengunjung relatif 1000 pageview perhari, dengan 10000 uniq visitor?

Ahmad Khoirul Azmi said...

Pagerank tidak ada kaitan dengan search rank, peringkat di hasil pencarian. Pagerank hanyalah satu indikator nilai penting sebuah website dan tidak mencerminkan peringkat di hasil pencarian. Jadi keduanya beda jauh.
Lagipula, pagerank update sudah mati, oleh karena itu anda tidak akan melihat website anda mengalami update pagerank. Pagerank sudah tidak penting lagi.
http://www.tautweb.com/google-pagerank-toolbar-tidak-update-lagi/

Hayatun Nufus said...

mau nanya :) tapi maaf jika OOT ya mas, bole gx kalo misalnya label blog, kita ubah menjadi dofollow ? apa efeknya ?

Ahmad Khoirul Azmi said...

lihat di url label, di situ ada indikator permalink /search/ yang menandakan label sebenarnya adalah pengelompok halaman dengan menggunakan fungsi search/pencarian. Link dari label yang jenis halamannya seperti itu dianggap tidak penting karena kita tidak bisa memberi konten unik (deskripsi dll) di dalam label, sehingga bisa menyebabkan duplikasi. So, saran saya label sebaiknya di nofollow.
http://buka-rahasia.blogspot.com/2011/06/cara-membuat-label-blogger-nofollow.html

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan. Jika ingin menuliskan kode di dalam komentar, convert dulu dengan HTML Encoder. Centang "Notify me" untuk mengetahui balasannya. Maaf apabila komentar dibalas dalam waktu lama atau tidak terbalas karena saya tidak online setiap hari. Atau biar lebih cepat dan enakan bisa kontak lewat Facebook. KOMENTAR BERISI LINK & tidak sesuai dengan Comment Policy akan langsung dihapus.Karena banyaknya spam, komentar sekarang di-moderasi sebelum diterbitkan. Thanks.
Smashed Spams: 11362

Recent Comments

Tautweb.com

  • Menulis Artikel Blog

    Tips dan panduan menulis artikel blog berkualitas dan menarik (dalam beberapa seri).

  • Template Blog Terbaik

    Review dan daftar situs pembuat dan penyedia template blogger berkualitas dan tentunya terbaik.

  • Strategi SEO 2015

    Hal apa saja yang wajib menjadi bagian dari strategi SEO di tahun ini? Simak ulasan lengkapnya di sini.

  • Artikel SEO Friendly

    Tips membuat artikel yang memenuhi syarat SEO sekaligus tetap menjaga kualitasnya.

  • Belajar HTML & CSS

    5 situs rekomendasi untuk mempelajari HTML dan CSS dari tingkat dasar.

© 2010-2015 Buka Rahasia Blogspot | Template by Dicas Blogger | Modified & Enhanced by Ahmad Khoirul Azmi

 ContactPrivacy PolicyComment PolicySitemap