Mengapa Komentar Spam Berbahaya dan Apa Solusinya?

Beberapa hari ini saya telah dan masih berjuang habis-habisan untuk menyeleksi komentar di setiap posting blog. Sampai hari ini, sekitar 2000an komentar spam telah saya hapus dan masih terus bertambah nantinya. Total ada 7ribuan komentar spam yang telah terhapus sejauh ini di buka-rahasia.blogspot.com. Bukan karena faktor kualitas komentar yang menjadi sebab utama, melainkan karena saya sudah jengah membiarkan komentar-komentar spam yang semakin menggunung dan mulai memberikan efek negatif terhadap posting blog.

Cara Menghadapi Komentar Spam Blog.
Mungkin ini juga terjadi pada sobat semua, anda membaca sebuah artikel blog atau video di internet, kemudian bertemu dengan komentar-komentar sampah dan tidak relevan. Anda mungkin berpikir, ini apaan sih? Apa yang terlintas di benak anda, suka atau tidak suka? Beberapa webmaster dan blogger menyalahgunakan fitur komentar tersebut dengan mengeksplotasi dan menanamkan keyword dan jutaan link untuk meningkatkan ranking organiknya. Apa faktanya?

Faktanya, komentar spam itu parah!

Komentar spam bisa diartikan serta diwujudkan dalam banyak bentuk dan cara. Jika dibahas tentu tidak cukup satu halaman ini berbicara. Akan tetapi, jika dibicarakan secara general, komentar spam berarti komentar yang tidak diharapkan, tidak berkaitan, serta tidak ditujukan untuk merespon atau mendiskusikan sebuah pembicaraan di dalam artikel/posting blog. Tujuannya hanyalah untuk meninggalkan "jejak", berpromosi tanpa cara yang layak, dan yang terakhir, untuk meninggalkan link spam (demi SEO, katanya). Spam secara umum memiliki tujuan yang hampir sama, tetapi melalui banyak media seperti email, facebook message, status, aplikasi, tweet (biasanya menggunakan via @ profil yang populer), SMS, dan banyak lagi. Tujuan utamanya untuk menggapai pelanggan secara untung-untungan dan ada (yang terparah) untuk membahayakan orang lain (phising, malware, virus, scam, dll).


Jadi, pada intinya, segala sesuatu dalam bentuk pesan yang dikirimkan tanpa otorisasi dan atau tidak diharapkan disebut sebagai SPAM.

Di Blog berplatform WordPress, saya dapat dengan mudah melakukan apapun karena pengaturan/settings serta penggunaan plugin adalah perkara mudah. Tapi di Blogger, sangat sulit. Misalnya, ketika kita mengkategorikan sebuah komentar sebagai spam, maka komentar berikutnya dari sumber yang sama tidak langsung teridentifikasi. Saya harus melakukan berulang-ulang hingga sistem penyaring spam Blogger "menyadari" ini. Sebaliknya, komentar bukan spam justru dimasukkan ke dalam spam secara otomatis!

Namun demikian, itu tidak menyurutkan niat saya untuk memerangi spam di blog ini. Menghabiskan waktu berjam-jam menghapus spam tiap harinya menurut saya jauh lebih baik daripada "memelihara" komentar spam. Apa alasannya? Komentar spam tidak hanya membuat situs anda menurun kualitasnya, tapi juga kepercayaan pembaca. 

Saya pernah mendapatkan komentar dari sobat Blogger mengenai komentar spam yang tidak dihapus dan mempertanyakan kejelian serta keseriusan saya dalam mengurus blog. Sebagai pembaca, dia merasa risih jika harus melihat komentar-komentar spam dimana dia seharusnya mempelajari komentar sebagai lanjutan dia membaca artikel di atasnya. Saya juga mendapat banyak email dari sobat-sobat Blogger yang dengan baik menyampaikan ada komentar spam di halaman posting blog saya. Ini terjadi ketika masa saya jarang mengupdate blog karena pekerjaan dunia offline yang menggunung. Ini sekaligus membuktikan bahwa pembaca pun juga tidak menghendaki komentar spam.

Sebagai pengalaman pribadi, saya pun membuktikan bahwa komentar spam memang (maaf) "menjijikkan". Sebagai surfer internet, saya sering bertandang ke blog-blog lain. Ketika selesai membaca, saya biasa scroll ke bawah untuk melihat komentar-komentar dan melihat kalau-kalau ada diskusi lanjutan yang menarik. Sayangnya, di beberapa artikel blog, saya sering menemui banyak spam, dan biasanya jika sudah terlanjur banyak, saya mengurungkan niat untuk memberikan komentar. 

Seketika juga, saya semakin merasa tidak percaya dengan identitas produk dan link situs yang diusung dalam komentar-komentar spam tersebut. Bisa jadi, sebenarnya produk itu tidak bersalah, tapi karena banyaknya "nama produk" itu muncul di berbagai komentar spam, tingkat kepercayaan saya makin menurun. Rupanya si spammer tidak menyadari, bahwa dengan caranya itu, tidak hanya dia saja yang reputasinya menurun, tapi juga produk yang dipromosikannya, meskipun dia cuma reseller atau promotor. Ini yang jarang dibicarakan dalam dunia internet marketing, meskipun sudah banyak case study dilakukan dan hasilnya demikian. Nah, tentu ini juga berlaku bagi anda yang mengusung nama blog.

(Saya harap anda belum bosan, karena kita akan masuk ke bagian pentingnya... hehe)

Jika di-breakdown, setidaknya, ada 3 poin besar efek komentar spam:


1. Komentar spam merusak reputasi.
Bayangkan seorang pengunjung datang dan membaca halaman posting anda, seperti yang saya lakukan di atas. Si pengunjung kemudian melihat komentar-komentar spam di bawahnya. Dia akan berpikir panjang untuk meninggalkan komentar, karena komentarnya "hanya" akan dinilai "kecil" di antara komentar-komentar spam tersebut. Kepercayaannya pada anda pun menurun karena faktor manajemen blog dan otoritas. Demikian juga bagi spammer. Kepercayaan orang terhadapnya juga menurun. Semakin banyak spam yang dibuat olehnya, semakin turun reputasinya, karena dia semakin dikenal sebagai spammer. Bahayanya, jika ternyata si spammer mengusung produk atau website lain (misalnya sebagai jasa backlink spam), produk dan website yang semestinya tidak bersalah ikut terkena imbasnya.

2. Komentar spam menurunkan ranking SEO
Anda pun sudah jelas tahu dan melihat bahwa Google menurunkan ranking situs-situs yang mengarahkan link pada situs-situs berkualitas rendah, dan juga situs-situs berkualitas rendah itu sendiri. 

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada 2009 lampau, Google berbicara mengenai fakta komentar spam:

a. Menyalahgunakan fitur komentar pada situs yang semestinya tidak bersalah adalah cara yang buruk dan beresiko. Jika demikian kejadiannya, maka anda telah menodai kerja keras seseorang dan menurunkan kualitas web, mengubah sebuah sumber informasi yang berkualitas menjadi sekumpulan keyword yang tidak masuk akal.

Ini berkaitan dengan isi komentar yang sama sekali tidak relevan dengan isi artikel/posting. Artinya komentar tersebut memang bukan ditujukan untuk mendiskusikan atau merespon isi, tapi hanya sekedar untuk berpromosi, meninggalkan jejak, dan tujuan-tujuan buruk lainnya. Komentar tidak relevan membuat konsistensi dan relevansi konten dalam sebuah halaman menurun. Semakin banyak spam, semakin menurun relevansinya. Efeknya jelas kepada ranking.

b. Spammer seringkali menggunakan fitur komentar untuk membangun link situs (yang diragukan kualitasnya) guna meningkatkan ranking. Google memiliki pemahaman grafik link web, dan memiliki algoritma untuk mendeteksi dan menangani link spam (sekarang juga didukung Penguin). Spammer bisa menghabiskan waktu berjam-jam hingga seharian untuk meninggalkan jejak link di berbagai artikel blog. Sebenarnya ini sia-sia saja, karena pengaruhnya hanya kecil sekali bahkan tidak ada karena Google sangat jeli untuk tidak memberikan bobot nilai pada link-link semacam ini. Daripada menghabiskan waktu dan energi sia-sia seperti itu, lebih baik manfaatkan untuk menciptakan produk konten yang bermanfaat bagi masyarakat internet.

Yang perlu diperhatikan adalah pada situs yang mengandung link-link spam. Meskipun situs itu tidak bersalah, bahkan tidak tahu, namun visibilitas dan rankingnya bisa menurun drastis karena link-link tersebut. Jadi jika website anda menerima link-link semacam ini, dan jumlahnya semakin menggunung, maka peringkat atau ranking anda terancam. Ratusan link, meskipun nofollow, tetap akan berbahaya karena ini menunjukkan ketidakwajaran sebuah halaman web. Memberikan rujukan kepada ratusan link eksternal dan tidak relevan bukan hal yang baik dan wajar, baik di mata manusia maupun search engine. Apalagi jika komentar web anda dofollow, bisa anda bayangkan sendiri efeknya...

3. Komentar spam melukai dunia Blogosphere
Menurut saya, seorang blogger tidak hanya bertanggungjawab pada blognya sendiri namun juga kepada seluruh dunia blogosphere. Jika sebuah blog memperbolehkan komentar spam dan membiarkannya terjadi, maka artinya dia memberikan pemahaman pada para spammer bahwa mereka boleh melakukan apapun yang mereka suka pada blog-blog lainnya. Jika seorang blogger memiliki kebiasaan melakukan spam, maka dia memberi signal pada dunia internet bahwa semua blogger juga melakukan hal yang sama, sekaligus memberi contoh negatif permisif bahwa melakukan spam pada komentar adalah hal wajar. Semua berawal dari satu, kemudian menjamur menjadi sebuah kewajaran. Ini tentu benar-benar melukai dunia blogosphere dimana para blogger seharusnya bisa bertemu, berdiskusi, berbagi ide, dan bersosialisasi secara nyaman. 

Saya bisa bayangkan betapa banyaknya blog mati setiap harinya masih rutin dibombardir oleh spam. Bahkan ada banyak pula blog yang mati karena spam!

Solusi Menghadapi Komentar Spam

Sebagai kebijakan pribadi, saya kini melakukan moderasi komentar sebelum dapat diterbitkan serta mengubah fitur komentator untuk menghindari anonimitas. Sebelumnya saya tidak melakukan moderasi, tapi karena kini banyak spammer pun memiliki profil Google atau Blogger, dan spam masih menjamur, maka terpaksa moderasi diambil sebagai solusi. Ini sangat efektif, saya bisa menyaring, bahkan menjawab komentar penting dengan jauh lebih urut dan baik karena semua komentar terbaca.

Sebagai saran, berikut beberapa poin yang dapat dilakukan untuk menghindari komentar spam dan efeknya:
1. Jangan izinkan komentar anonymous. Seorang yang benar-benar berniat untuk berkomentar tentu tidak bersembunyi.
2. Gunakan captcha atau tool sejenis untuk menghindari komentar otomatis (robot). Ini paling sering terjadi pada blog-blog CMS seperti WordPress.
3. Gunakan plugin atau module antispam (akismet, WP AntiSpam, apa saja yang menurut anda efektif) jika anda menggunakan platform CMS seperti WordPress.
4. Gunakan rel="nofollow" pada komentar. Pada beberapa blog seperti WordPress, Blogger, Joomla, dll atribut ini sudah ada secara default.
5. Aktifkan moderasi komentar. Ini cara yang menurut saya paling efektif.
6. Hapus segera jika ditemukan komentar spam.

Cara Mengidentifikasi Komentar Spam

Cara-cara seperti moderasi tidak akan efektif apabila anda tidak dapat mencermati komentar secara mendalam. Bisa jadi sebuah komentar spam akan lolos karena seolah-olah tampak natural. Berikut ciri-ciri yang jelas maupun samar:
1. Komentar berisi link. Jangan pernah toleransi komentar berisi link sebagus apapun itu. Sebab komentar berisi link sudah jelas memiliki tujuan tersendiri meskipun sang komentator tampak tulus.
2. Nama komentator (anchor text) terlalu generik, atau menggunakan keyword-keyword umum. Biasanya didominasi nama obat-obatan, gambling, perumahan, dll atau keyword generik terdiri dari kata-kata panjang, misalnya keyword-keyword kontes SEO. Tidak ada tujuan lain selain "menyembah Google".
3. Komentar yang cukup pendek dan seolah memuji, di atasnya nama komentator dengan keyword tidak relevan sama sekali. Biasanya seperti ini, "Nice site!", "Nice blog", "Keren", "Makasih", dll. Saya menganggap komentar demikian terlalu mengada-ada.
4. Komentar panjang tapi terlalu umum. Sering ditemui dalam bahasa Inggris atau hasil translate dari Indonesia dan sebaliknya. Seolah memuji, bahkan kadang mengkritik. Contoh: "You have a very good topic to talk about. It is a luck for me to drop by! Keep up the good work! Only, your site is too slow. But it's okay. I will come here often." Ini adalah kalimat generik, biasanya dilakukan oleh robot, atau digunakan oleh spammer manual berkali-kali di berbagai komentar (copy paste). Tentu bervariasi. Ada jasa backlink otomatis yang menyediakan template isi komentar, dalam PHP, JS, dll.
5. Seringkali ada komentar yang menyisipkan link dalam komentar yang relevan. Biasanya dilakukan secara manual. Contoh "Tutorial blog yang bagus mas. Jadi tahu bagaimana cara membuat permalink." Tidak ada tujuan lain selain mencari relevansi dan mengarahkan backlink demi memuja "sang dewa SEO".
6. Komentar jauh dari topik tanpa tedeng aling-aling. Contoh: "Ada berita bagus. Bisnis online ABC yang terbukti membayar, jangan lewatkan kesempatan ini. Langsung kunjungi LINK!".
7. Komentar dan atau nama komentator berisi link referral affiliate. Ini sudah jelas, tak ada toleransi sedikitpun!

Masih ada banyak contoh kasus yang berbeda, namun serupa identifikasinya. 

Kesimpulan

Komentar bisa menjadi sumber informasi yang baik dan menjadi alat berdiskusi dengan pengunjung, pembaca, atau sesama blogger. Konten yang relevan dan sangat bermanfaat seperti ini tidak boleh diisi dengan keyword-keyword dan link-link sampah. Oleh karena itu, sebagai wacana dan saran, sebaiknya anda mereview kembali fitur komentar blog anda demi kebaikan perkembangan web/blog, pengunjung, ranking web/blog, dan juga dunia internet pada umumnya. Menyampaikan dan berbagi komentar secara beretika adalah sesuatu yang indah...

Have a nice blogging, and... commenting :)

© copyright 2013 - 'til drop. buka-rahasia.blogspot.com

Mengapa Komentar Spam Berbahaya dan Apa Solusinya?
Written by: Ahmad Khoirul Azmi
Thanks for reading! Suka dengan artikel ini? Please link back artikel ini dengan codedi bawah atau share dengan sharing buttons di atas. Copy paste wajib dengan ijin saya, serta menggunakan link sumber seperti di bawah. Gunakan etika. Saya akan berlakukan DMCA COMPLAINT secara langsung tanpa pemberitahuan atas copas tanpa mengikuti ketentuan yg berlaku.

add a comment 95 Comment(s):

anas pujiadi said...

mengenai nama komentator yang memakai open id apa juga bisa di kategorikan sebagai komentar spam ? soal-nya kadang-kadang jika berkomentar saya memakai nama open id.

Solichin Toip said...

Makin tambahlah ilmu sy, Pak. Mksh pencerahannya.

dede setiawan said...

Saya paling sulit membedakan antara komentar Spam atau bukan, di WP saya hanya mengandalkan Akismet, tapi di Blogspot banyak dilemanya. terkadang ada pertimbangan moral juga "kasian nih lagi ikut kontes". Namun setelah membaca artikel ini banyak komentar-komentar yang tadnya dah approve saya "bantai" :)

Ahmad Khoirul Azmi said...

@Anas: Oh sama sekali tidak bisa diasumsikan seperti itu. Open ID bisa digunakan asalkan digunakan untuk komentar yang wajar. Tapi jika nama blog anda adalah "Tips membuat kue yang enak dan lezat (dot blogspot dot com)", kemudian nama itu muncul di open ID, inilah yang tidak wajar.

@dede: Menurut saya semakin tidak wajar. Saya juga dulu begitu. Tapi ketika dalam satu posting berjajar2 komentar dengan anchor text yang sama, karena pesertanya banyak, inilah yang bikin saya risih. Aneh bukan, jika nama komentator isinya keyword panjang semua dan sama persis? Kita bermaksud memberikan bantuan secara moral, tapi biasanya yang lain-lain ikut2an karena merasa diperbolehkan.

Icah Banjarmasin said...

Uiiii..Julakkkk hinggap pulang nah ulun disini,biasanya ulun muar banar komentar buhan obat-obatan ujar buhan kita KADA TAHU DIBASA..iyakah bang? bajurut komentar ampun inya aza...kkiiiikkkkkk..asa handak ulun tempeleng ada jua..kikiikkkkkk.

Ahmad Khoirul Azmi said...

Uiiii....Icah. Banar, Kada tahu dibasa. Lamun komentar pang dibuat beelang lawan diskusi antar blogger, setuju? hahaha, tempeleng aja, Icah! Muar banar unda!

Makasih sudah mampir ya icah, salam hangat buat nini, kai, acil, lawan julak ulun di Martapura :)

Tino daulat99 said...

bener om, saya juga sering menemukan komentar spam yang masuk ke blog saya. Dan dari seluruh komentar spam yang masuk sebagian besar berbahasa inggris. Memang cukup menganggu. Terimakasih om Azmi atas tips-tips nya sangat membantu ^_^

Ummu Ruqayah said...

di blog saya sudah tidak dimoderasi lagi karena saya mengandalkan penghapus link otomatis di komentar, tapi saya juga belum tau apa itu sudah cukup untuk mengantisipasi spam atau belum kalo bisa minta pendapat anda tentang ini, kira kira blog saya sudah aman dari spam atau belum?
kemaren pernah ada spam tapi komennya ga langsung muncul, masuk dalam daftar spam, tapi sang komentator minta untuk diterbitkan saja komennya katanya dia ga nyepam, katanya juga robot google juga bisa salah dalam bekerja seperti manusia juga bisa salah tapi karena takut saya keburu langsung menghapusnya, menurut anda bagaimana tentang hal ini? diterbitkan atau dihapus komen spamnya?..Terimakasih atas jawaban dan postingannya..

Hayardin Putra said...

selamat sore Kang Azmee,,,,sangat menarik jika kita membahaas mengenai komentar SPAM, ini juga yang menjadi problem di blog saya Kang....ada satu hal yang sampai saat ini belum bisa saya pecahkan Kang yaitu masalah Filter Spam Blogger. Mengapa yaa kang terkadang ada komentar di blog saya yang menurut saya bukan SPAM karena komentar mereka relevan dengan yang saya posting tapi malah kasuk ke dalam Komentar SPAM....Apa Filter Komentar SPAM blogger kurang efektif yaa kang ?

salam hangat dari blogger Sulawesi Selatan....

Ahmad Khoirul Azmi said...

@Tino: Terima kasih kembali :)

@Ummu: Tidak ada satupun plugin antispam yang bisa bekerja 100% akurat, termasuk akismet. Sebaliknya, ada komentar spam yang justru diloloskan. Oleh karena itu, komentar spam harus dicek, dan jangan gunakan penghapus otomatis, atau setidaknya lewati proses checking dulu. Memang ini pekerjaan agak butuh waktu, tapi apabila semua dibuat otomatis, kasihan komentar2 yang bukan spam dan memang butuh untuk dijawab, direspon, serta ditampilkan.

Tapi, perlu diperhatikan juga, jika seseorang memaksa hingga berdebat soal Google, saya justru curiga. Yang paling penting anda perhatikan bukan orang yang berkomentar dan apa yang dia minta. Lakukan penyaringan secara personal dan subjektif, dengan cara-cara identifikasi seperti yang sudah saya sarankan di atas. Jadi tidak perlu seseorang atau komentator bicara mengenai komentarnya, itu hak anda untuk menyaring, jika ternyata masuk kriteria spam, ya hapus saja.

@Hayardin: Halo, sobat. Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, ya memang demikian. Saya juga menyayangkan, karena banyak komentar yang salah filter. Ini memang permasalahan tersendiri buat Blogger, dan sampai sekarang belum ada pemecahannya.

Oleh karena itu, untuk Ummu dan Hayardin, moderasi menjadi sangat penting. Saya sangat yakin komentator yang memberikan komentar seperti anda-anda ini, tdk keberatan apabila melalui proses moderasi dan bisa memaklumi. Karena toh diterbitkan juga, kan? :) Komentator yang tidak punya motivasi sekedar ke Google saya kira tidak akan terlalu cerewet seperti yang sudah diceritakan Ummu.

Have a Nice blogging :)

Darmawan Saputra said...

Assalamu'alaikum wr.wb.

Wah ternyata pemakaian Open ID disini tidak bisa lagi ya bang.. :) hihihihihi..

Terpaksa harus memakai Akun Google nih..

Ulasan yang ditulis oleh bang Azmi diatas cukup menarik, memang benar komentar spam bisa merugikan kepada pihak blog yang dispam.

Blog saya sama seperti blog bang Azmi ini memakai moderasi, dan akan saya tampilkan komentar yang menurut pandangan saya cocok untuk tampil. Karena komentar yang berkualitas bisa meningkatkan halaman blog yang bersangkutan.

Untuk komentar yang pendek tersebut saya rasa itu komentar copy-paste mas, setiap blogwalking selalu memakai kata kata itu saja.

Untuk komentar yang berisi 1 link menurut saya sih bisa di toleransi mas, karena apa pun bentuk dan diberi attribut rel="dofollow" atau tidak diberi rel="nofollow" sama saja link tersebut akan bersifat nofollow (tidak diikuti).



Sekedar tambah tambah bang :

*- Komentar SPAM Menurunkan Kualitas Blog Dimata SE -*


Sekedar koreksi bang :

Permalinknya kok dibuat gini ya bang ? :
http://buka-rahasia.blogspot.com/2013/01/enyah-kau-spammer-komentar-blog.html

menurut saya sih kurang bagus dalam pengoptimalan permalink. :)

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Ahmad Khoirul Azmi said...

@Darmawan:
Halo
To the point ya :)
link eksternal di dalam komentar, meskipun nofollow dan tidak diikuti oleh search engine secara langsung, namun dapat berbahaya:
1. Apabila link di dalam ternyata merupakan link pada situs berkualitas rendah. Jika jumlahnya banyak, ini tetap berpengaruh terhadap serp halaman tersebut.
2. Mengandung anchor text tidak relevan , keyword-keyword generik yang sudah cukup kita kenal, misalnya obat2an, tawaran-tawaran, dan lain sebagainya. Keyword-keyword seperti ini sudah cukup dikenal menciderai relevansi artikel blog, karena sangat jarang sekali suatu artikel blog berbicara mengenai itu.
3. Anchor text plus link di atas cukup terkesan dipaksakan, dan di mata manusia cukup merusak pandangan serta kepercayaan. Saya tidak berbicara atas nama Google saja di sini. Rusak kalo semua sekedar hanya untuk menyembah Google.
4. Link yang ada di dalam komentar secara otomatis merekomendasikan pengunjung, jika relevan. Sedangkan web/blog dimana link komentar itu ada sebenarnya tidak bertanggungjawab, tapi bisa disalahkan oleh manusia dan search engine apabila merujukkan ke situs-situs berbahaya, misalnya situs phising, malware, scam, dll. Jadi sebenarnya komentar beserta isinya merupakan tanggungjawab pemilik blog secara moral. Meskipun dari segi legal mungkin saja sudah dimuat dalam disclaimer mengenai tidak adanya tanggung jawab untuk itu.

Saya tidak mempermasalahkan link yang ada di dalam komentar apabila bermanfaat untuk user. Tentu ada kriteria untuk link seperti ini.

Terakhir, masalah permalink. Sebelumnya mohon maaf, tapi saya tidak memikirkan Google secara langsung.

Pertama, ada pesan penting yang ingin saya sampaikan di sana.
Kedua, ini yang salah kaprah:
Mengoptimalisasikan permalink bukan berarti harus membuatnya sama persis dengan title, atau menampilkan keyword-keyword saja. Coba dilihat, saya masih menampilkan 3 keyword penting di sana: spammer, google akan menggunakan sinonim spam, keduanya punya root kata sama, kedua komentar, dan ketiga blog. Di situ sudah jelas keyword yang saya target. Ada yang missed? tidak. Karena memang target keyword saya 3 itu.

Intinya mengoptimalkan permalink bukan berarti membanjiri keyword, atau menjauhkan dari hal yang natural. Google sendiri menekankan hal itu. Semua harus imbang, bahkan persentase terbesar adalah untuk pengunjung.

Salam

Darmawan Saputra said...

Terima kasih atas jawabannya bang Azmi.

Dapat ilmu baru nih tentang permalink..


Salam.

Ahmad Khoirul Azmi said...

Sori. Komentar balasan saya revisi lagi nih:)

Sama-sama, dan teruskan buat artikel-artikel berkualitasnya + sukses buat blog nya :)

Benar, jadi target keyword tidak harus diulang-ulang dan harus padat. Yang penting adalah tempatnya tepat.
Coba cari: "spam komentar blog", atau "spam komentar".

mau tau gimana google mengindeks komentar relevan? Silahkan cek sebagian komentar sobat Darmawan di hasil indeks google di sini:
http://i.imgur.com/iTW8hHp.png

Agung Talaga said...

Mungkin hal pertama yg akan saya ungkapkan lewat komentar ini adalah "Akhirnya Terjawab Sudah Apa Yang Saya Bimbangkan selama ini tentang Komentar Spam" serta terima kasih yang sebanyak-banyaknya sebanyak butiran pasir di pesisir pantai atas curahan ilmunya Bang Azmi. Hehehe... terkesan lebay juga ya Bang tapi tak apalah namanya juga ungkapan kegembiraan.

Sehubungan dengan komentar spammer khususnya pada platform blogspot yang sementara saya gunakan, memang untuk mendeteksi komentar2 sejenis ini saya sering dilema. Pada awalnya saya punya pemahaman bahwa postingan yg banyak dikomentari itu akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan postingan yg tak memiliki komentar. Jika pemahaman seperti ini dikaitkan dengan kualitas komentar, justru akan terjadi yang sebaliknya.

Hmmm... komentar spammer memang meresahkan ya Bang.

Ahmad Khoirul Azmi said...

@agung:
Hahahaha, wah wah wah... puitis juga :)
Akhirnya hipotesis saya juga di jawab oleh sobat Agung:
Komentar banyak tidak menjadi indikator, meskipun belum tentu semua blog yang memiliki komentar banyak memiliki komentar spam. Tapi pada umumnya demikian, bukan?
Boleh jadi kita berbangga memiliki posting-posting yang komentarnya banyak, tapi kalo isinya amburadul, maka amburadul pula blog kita, baik di mata pengunjung maupun SE.

Memang cukup meresahkan dan dilematis. Terutama jika spammer itu adalah teman sendiri. Ya, betul, ini yang paling bikin bimbang. Tapi menurut saya, selama kita memberikan aturan dan kebiasaan berkomentar dengan baik, maka lambat laun akan membudaya, meluas, dan menjadi kebiasaan pula.

Terima kasih buat kunjungannya sobat ;)

Eka Aulia Illah said...

Bener mas di blog WP aku sering banget nih nangkep komentar yg terdeteksi sebagai spam , Terima Kasih banyak infonya , untuk Blogger aku pake cara yang Mas Bro Kasih ini ,
Thanks

Ahmad Khoirul Azmi said...

Yup, terima kasih kembali, Eka :)
Sukses buat blognya and terus perang spam!

wahyu di said...

Gan, di tempat saya sering sekali teman teman yang berkomentar menggunakan nama atau keyword-keyword kontes SEO.
ternyata setelah membaca semau pencerahan Agan, saya baru tahu kalau itu termasuk Spam.
saya sangat berterimakasih atas semua pencerahan diatas telah benar benar menambah ilmu pengetahuan saya di dunia Blog.
semoga sukses selalu Gan, Amiiiin...!!

Tiyo Kamtiyono said...

Wah, sangat setuju deh dengan pembahasan di sini, memang sesuai banget dengan posting saya yang barusan jenengan komentari pak Azmi. Terutama bagian 2. Komentar spam menurunkan ranking SEO.

Karena kejadian itulah yang saya alami, dan menggerakkan saya untuk membuat posting kemarin itu. Hal terlihat dengan penurunan Domain Authority yang ada pada mozrank toolbar browser saya. Dari yang sebelumnya diatas 30 menjadi tinggal 28.

Tapi ditempat saya masih kalah panjang dan lengkap, dan memiliki metode penjelasan yang agak 'berkebalikan', hehehe...

Salam kenal sebelumnya pak, nice share tentang tips mengidentifikasi spamnya :)

Yuyud said...

Anonim dilarang komen aja sob.

Ahmad Khoirul Azmi said...

@Tiyo:

Wah, terima kasih sudah berkunjung balik :)
Ya SEO juga melatar belakangi karena saya juga melihat SERP menurun karena konten dianggap berkurang relevansinya oleh Google. Hahahaha, panjang pendeknya tidak pengaruh mas, yang penting pesan yang hendak disampaikan, dan saya rasa punya mas Tiyo kemarin sudah cukup Teeeessss!! hahaha...

Salam kenal juga, dan terima kasih kunjungannya :)

bloglazir said...

itulah mas komentar spam bergaya blogwaking MLM KENTUT
saya juga sangat membenci komentar-komentar sampah. apalagi ketika sudah susah payah memberikan tips dan trik blogging tetapi isinya seperti berikut

"nice post, kunjungan balik gan"
"wow, bagus ini, salam kenal"

dan masih banyak yang saya temui komentar-komentar KENTUT tersebut tut... tut... tut (meninggalkan jejak hanya dengan baunya saja yang bertahan di komentar sehingga banyak orang yg datang lalu mengkliknya. kalau saya tidak ada toleransi lagi siapapun dia jika saya menemukan komentar tersebut TIDAK PAKAI LAMA SAYA delete.

abdul basit said...

Sebagai blogger baru saya berusaha untuk mengerti tentang komentar spam.Karena saya takut telah melakukan komentar spam tanpa disadari .Artikel ini telah menambah pengetahuan saya tentang arti komentar spam.Salam kenal bang ahmad saya sering curi tutorial disini tanpa komentar.

bocahporis said...

Sampai Hari Saya Masih Menggunaka Moderasi Komentar karena saya takut banyak yang Memasang Link saat komentar atau Spammer..
Banyak Komentar di Blog Saya yang hanya samapi 3 KataItu Sangat Saya Tidak Sukai ..
karena itu saya menggunakan Moderasi Komentar ..
Terima Kasih Atas Artikel yang Panjang dan Menarik ini Mas ..

Kamtiyono NM said...

Hehehe... posting kemarin saya tulis dengan 'perasaan' pak, lagi semangat, jadinya ya begitu, saya juga merasa menikmati karena saat menulisnya mengalir saja.

Btw, kita deket tho pak ternyata, kartosuro - sragen saja :D

Edyy Joenaedy said...

share kang azmi menjadi inspirasi....^-^
tipsnya sama dengan saya menggunakan fitur moderasi, tapi ada kendala waktu pengunjung mau berkomentar via hp yang ada capthanya kata pengunjungku kesulitan,
buat kang azmi
mungkin jadi bahan pertimbangan antara mengadakan captha atau tidak..

Ahmad Khoirul Azmi said...

@bloglazir: Yah memang itulah kenyataannya. Kebanyakan mungkin menganggap komentar adalah sesuatu yang sambil lalu saja, jadi cenderung menggunakan kalimat atau frase pendek seperti itu. Sebenarnya tidak masalah, asalkan tepat dan ada alasan untuk mengatakan itu. Tapi sayangnya,, itu hanya digunakan untuk meninggalkan jejak. Misalnya, saya ada blog lama berisi puisi-puisi, tapi komentarnya, "Nice info gan". Pertanyaannya info apa yang saya sampaikan? Nahloh... Menurut saya, semua blogger pasti pandai menulis, setidaknya berkomentar juga perlu dipikirkan, karena itu juga hasil pemikiran seperti artikel yang dia tulis.

@abdul: selamat datang di dunia blogging, memikirkan hal semacam itu adalah hal yang tepat, dan akan memberikan efek luar biasa pada perjalanannya. Sukses buat blognya :)

@Mas tiyo: Itu mas, poinnya. Kalo sebuah topik sudah dipahami betul, menjadi uneg-uneg, sudah mengalami proses "katalis", uji coba, dll, maka nulis itu mengalir saja, seperti yang sudah pernah saya bahas dulu.

Hehe, berarti tonggo deso yo mas, kapan2 mari sillaturahim :)

@Eddy: Terima kasih. Yup, karena sudah menggunakan moderasi, kini fitur captcha sudah saya nonaktifkan. Terima kasih untuk informasinya mengenai problem komentar pengguna mobile. :)

sukague.com said...

paling risih kalo liat komentar yang ada link tentang download2 hal p**no

infosaja.com said...

Bukan blog Mas aja yang kena Mas,saya lebih parah tukang jamu,tukang obat pada gak beres komennya,jadi gak berarti artikel saya mereka buat dengan asal komentar yang datang.

Mudahan saja dengan ada moderasi dan semacam filter SPAM dapat menyelesaikan ini.

Priyadi Anderson said...

memang para spammer sangat meresahkan sekali, tapi rasanya dimana-dimana pasti ada yang namanya spammer..
Saya rasa, mereka hanya belum mengerti cara SEO yang baik.
Taunya yang penting nanam link di blog orang, terus blognya bakal dapat linkback. Padahal cara itu malah akan berdampak buruk pada blognya sendiri..
semoga postingan kang azmi ini bisa menyadarkan mereka para spammer supaya insaf.,,
hahaha...

Ahmad Khoirul Azmi said...

Hahaha, sama kalo gitu. Pernah beberapa bulan yang lalu sebelum saya bersihkan semua artikel saya berubah jadi lapak obat-obatan. Mau obat penyakit apa aja, ada. Dari kanker sampe sembelit ada. Mau? hahaha. Yup, moderasi adalah cara teraman. Spam sudah keterlaluan, paling nanti yang protes ya tukang spam. Kalo sobat2 mah udah pada maklum dengan moderasi.

Ahmad Khoirul Azmi said...

@Priyadi: Saya setuju. Link building, cara termudahnya adalah nyepam. Itu menurut pemikiran mereka. Padahal ada banyak cara selain nyepam. udah gitu berkualitas lagi. Sebenernya cuma sepele kok, sekarang kan jamannya user generated content, user membuat konten sendiri. Selain itu, search engine kan dikuasai blog. Nah, kenapa gak buat dukungan dengan membuat blog, isi konten berkualitas, submit bookmark, direktori. kali aja ada yang linkback dari blogger lain, de el el. Aman. Ga bakal jadi bulan-bulanan blogger lain karena nyepam.

TCC Sampit said...

bagus banar ne artikel nya, umpat bakomentar nah, aku jua dapat komentar spam, memang mahaur banar, batumpuk keyword nya, terima kasih lah atikelnya.

AeroDesign said...

Mas, saran dari mas yang diakhir-akhir artikel yaitu menangani spammer...
"1. Jangan izinkan komentar anonymous. Seorang yang benar-benar berniat untuk berkomentar tentu tidak bersembunyi.
2. Gunakan captcha atau tool sejenis untuk menghindari komentar otomatis (robot). Ini paling sering terjadi pada blog-blog CMS seperti WordPress." apa hal ini baik jika diterapkan pada blog yang baru dibuat?

Ahmad Khoirul Azmi said...

@TCC: Uyyy julak. :) Hhahaha, hambur kauuuttt! Sama-sama, julak lah. Terima kasih sudah sudi beelang :)

@Aero: Menurut saya justru lebih baik. Saya dulu menyesal baru menyadari akhir2 proses ngeblog. Justru target para spammer biasanya adalah blog-blog baru yang belum begitu mengerti komentar spam, dan menganggap komentar2 tersebut tulus. Padahal sebenarnya cuma mau nyepam saja.

Adam Aiyasi said...

Mas Azmi, ada hal yang ingin saya tanyakan mengenai komentar atau nama komentator itu mengandung link refferal affiliate itu bagaimana? apakah karena si komentator memiliki sebuah blog/web yang didalam blognya tersebut terdapat redirect link referal affilate (misal adfly) meskipun si komentator menggunakan google account saat berkomentar. Saya memang mendapati ada orang yang berkomentar di blog saya seperti itu. Ketika saya klik nama komentator yang menuju ke akun bloggernya, lalu saya klik blog yang dia miliki, dan blog tersebut bukan blog komersil, tapi dalam blog tersebut saya mendapati sebuah widget yang mengandung referal afilasi adfly.Apakah ini yang dimaksud mas Azmi, atau bagaimana? mohon pencerahannya?

Ahmad Khoirul Azmi said...

Hai
Maksudnya link yang disebarkan di comment adalah link referral, baik di link nama komentator, maupun apabila meninggalkan url/link referral. Kalo masalah di dalam blognya ada link referral, itu mah ga masalah, hak dia dong :). Mempromosikan referral link di blog sendiri justru adalah hal dan cara yang paling tepat. Kalo mau promosi di blog lain, ya pasang iklan. Bukan dengan menebar spam referral links di komentar.
Dlu saya sangat sering mendapatkan komentar berisi link referral (centplay, dll) dari anonymous maupun nama orang tapi ternyata mengandung referral links. Ini sama sekali tidak bermanfaat bagi diskusi komentar, tujuannya hanya mencari untung sendiri dengan memanfaatkan blog-blog yang bertraffic tinggi.

Adam Aiyasi said...

wokee..mas azmi terimakasih atas pencerahannya.sebenarnya saya mau tau banyak banget selain masalah komentar spam,pokoknya soal semua tentang blog.tapi kalo ditanyakan di komentar ini, pasti dianggap spam karena bukn pada tempatnya..tapi sekali lagi terimakasih...

kursuskilat.com said...

Ikutan komentar dong, bang. Moga gak dianggap spam, hehehe.
Memang tiap komentar pasti ada maksud dan tujuannya. Suatu komentar dianggap spam atau bukan itu tergantung dari yg punya lapak. Jika menurut dia merugikan tentu dianggap spam. Sebaliknya jika menguntungkan, dianggap apa? hehehe :) salam kenal

Fuji Agung Prasetya said...

Kalau begitu, ada gak mas script untuk menghapus livelink dalam komentar secara tomatis? soalnya saya sering menemukan komentar yang berisi link aktif, dan tentu saja bisa menambah outbound link di blog saya.

saya tunggu penjelasannya. Terimakasih mas ^_^

Ahmad Khoirul Azmi said...

Sebenarnya bisa dengan CSS, atau javascript. Tapi untuk CSS cuma bisa menyembunyikan, tetap terbaca Google. Sebenarnya outbound link itu tidak masalah, karena sudah nofollow, dan jika itu adalah link komentator di bagian nama yang memang meninggalkan komentar sesuai konteks. Jadi Artikel saya di atas bukan berarti orang harus parno dengan outbound link, tapi parno dengan spam. Ada perbedaan antara keduanya. Selain itu link keluar di dalam posting yang menuju website sumber yang kredibel justru berefek baik bagi posting, misalnya anda mengambil referensi dari wikipedia atau blog2 yang memiliki kualitas, maka posting anda justru akan dinilai relevan oleh Google dan bisa meningkatkan serp.

bloglazir said...

Ahmad Khoirul Azmi@ kutip "Misalnya, saya ada blog lama berisi puisi-puisi, tapi komentarnya, "Nice info gan".

hahahaha saya tergelitik melihat ini mas khoirul
pernah pengalaman saya membuat artikel tentang kepribadian saya dan menceritakan masa kecil saya, pokoknya saya membuat artikel tersebut sampai bersambung ke part II

yang anehnya lagi di PART ke II saya menceritakan ALM Orang Tua saya, lalu apa yang terjadi pada komentar kentut? perhatikan ini

"Wow, info yang menarik gans,terima kasih tips dan triknya"

saya berpikir, ORANG INI sudah sarap atau hilang setengah otaknya? saya menceritakan Tentang Saya isi komentar seperti itu. payah kalau meladeni orang tersasar mas... "ini terjadi pada blog saya yang lama"

jadi untuk blog baru saya, jika menemukan komentar kentut, langsung saya hapus

Ahmad Khoirul Azmi said...

@Bloglazir: Hahaha, itu dia, kalo komentar memang tidak ditujukan untuk merespon posting, tapi sekedar ingin tampil berkomentar dan cuma cari backlink promosi. Ini sama sekali tidak etis, dan tidak menghargai, karena komentar tidak nyambung sependek atau sepanjang apapun menunjukkan kalo si komentator sebenarnya tidak benar-benar membaca, bahkan skip artikel dan langsung komen. Pengalaman yang menarik :)

Daniel Benny Simanjuntak said...

Sebelumnya saya salut dengan postingan ini, karena sangat membangun, juga sangat ampuh menampar para blogger yang mengabaikan (bodo amat) dengan komentar-komentar spam di blog/web/forum nya. << walaupun memang sangatlah diakui perbuatan membiarkan seperti itu toh hak segala bangsa. Hehehe.. :D

Seiring dengan judul postingan ini, saya hanya ingin menyinggung point 1 dan point 2 di atas mengenai efek dari komentar spam! Sering saya jumpai banyak blog (yang murni masih pakai blogspot.com)--sekitar lebih dari 100 blog baik dari luar negeri ataupun dari indonesia (bahkan saya bookmark sampai sekarang blog-blog nya), yang dimana di banyak postingan blog-blog tersebut bertaburan puluhan bahkan ratusan 'spam' yang memakai anchor text dan link hidup. Tapi sampai sekarang, saya cek satu-satu masih oke aja tuh blog-blog nya! Bahkan yang dulu nya saya lihat PR blog nya 3 malah ada beberapa yang jadi PR 5 sekarang--bahkan malah ada yang udah jadi PR 6. Bukan hanya itu, traffic blog-blog tersebut pun tetap konstan dan ada juga yang malah 'menjadi-jadi' peningkatan nya!

Maaf nih, cerita pendek saya di atas bukan bermaksud untuk memprovokasi spammer dan non-spammer ya--juga bukan untuk memprovokasi para blogger yang 'tertutup' dan yang 'terbuka' untuk segala jenis komentar yang masuk! Saya hanya cuma penasaran, kenapa bisa begitu? Sementara point 1 di atas disebutkan : komentar spam merusak reputasi. Dan point ke-2 : komentar spam menurunkan ranking SEO. Sementara dari yang saya pahami selama ini dan blog-blog yang saya pantau selama ini, yang ada justru reputasi blog-blog tersebut malah naik dan ajaibnya ranking SEO blog-blog tersebut juga semakin 'menggila'. Kira-kira dimana ya keajaibannya?


NB : Bagi para blogger yang takut dengan spammer--kalau soal membatasi jenis komentator (google account, openID, name/url, anonymous).. saya rasa komentator yang memakai google account sekalipun bisa sesuka hati 'ber-spam' ria dimanapun dan dengan cara apapun. So beware.. :)

Ahmad Khoirul Azmi said...

Kekuatan spammer kelas kakap adalah kemampuan mencari backlink dofollow, itulah alasan paling logis mengapa kebanyakan bisa mendapatkan rank yang bagus. Link2 tersebut kebanyakan mentralisir link spam yang sudah mereka buat. Jangan lupa, spammer juga doyan beli link relevan, kalo sudah masalah uang, maka tentu jasa SEO terbaik atau terburuk pun bisa melakukan link building secara terukur.

Sedangkan masalah reputasi, Jelas sekali, saya sekarang sangat tidak segan dengan merek2 obat2an tertentu yang Brandnya bertebaran di komentar-komentar blog, dengan isi yang tidak relevan sama sekali, kadang cuma "nice", "mantap", bahkan pura2 jadi newbie. Respect saya terhadap komentator seperti itu sudah hilang. Dalam dunia internet marketing, ini cara yang sebenarnya memperburuk citra. Ingat, berkomentar tidak semata Google yang melihat, tapi manusia, bahkan esensi komentar sebenarnya untuk manusia, bukan Google. Sedangkan demi kepentingan bisnis (baca:uang), maka seseorang berani menurunkan reputasi (dirinya dan brand-nya) sendiri dengan membuang komentar sampah dimana-mana. SEO boleh baik, tapi jika brand hancur? Saya kira jelas maksudnya bahwa meski dunia online, seseorang tetap tidak bisa menjadi INDIVIDUAL (alias EGOIS) untuk sukses. Kecenderungan dunia online sekarang ini, etika dikesampingkan, karena merasa muka tidak pernah bertemu muka. Padahal tetap saja yang disebut "PENILAIAN" itu ada. Saya sudah bergerak di online marketing selama 5 tahun, dan tahu betul bagaimana sebuah brand bisa hancur karena spam.

Ini bukan masalah takut dan tidak takut, tapi bersikap antisipatif terhadap komentar-komentar spam. Di atas sudah saya jelaskan dengan fitur moderasi semua bisa di-handle. Bedakan antara komentar SPAM dan komentar kritis. Menghapus spam BUKAN MELAKUKAN SENSOR, tapi menyortir sampah. Jadi istilah "TAKUT" saya rasa tidak tepat.

Meskipun suatu perbuatan negatif menghasilkan sesuatu yang positif sekalipunbagi pelakunya, tapi sama sekali tidak bisa dibenarkan. Karena tentu ada pihak yang dirugikan. Itu esensinya.

Eflianda saputra said...

pertama segala komentar yang berbau obat-obatan sudah saya blacklist mas, tidak ada satu pun komentar tentang obat2xan yang skrng akan saya terima, karena cuma itu yang paling sering melakukan spam.
nah yang kedua ini yang terkadang membuat saya bingung mas, untuk yang blogger, terkadang ada rasa tidak suka dengan komentar singkat yang hanya mengatakan terima kasih,pujian dan sebagainya, dan terkadang saya juga takut ntr di bilang sombong kalau tidak di aprove komentar2x,
jadi binggung sendiri,

setelah membaca postingan di atas sepertinya komentar spam lah salah satu penyebab menurunnya kwalitas blog saya.
kalau menurut mas apa perlu saya mereview kembali komentar2x yang sudah ada untuk di hapus.?


Ahmad Khoirul Azmi said...

Kalo itu memang benar-benar muncul dari blogger, saya kira masih bisa ditolerir karena tujuannya menurut saya masih tulus. Yang penting cek, apakah dia komentar berkali2 dan dengan nada yang sama, jika sama sudah bisa dipastikan bahwa dia cuma ingin meninggalkan jejak saja. Saya pernah mendapat komentar panjang, bersifat umum, seolah memuji, tapi setelah dicek, dia meninggalkan 6 komentar yang isinya sama persis pada 6bartikel berbeda. Ini artinya dia sebenarnya malas berkomentar, bahkan tidak baca post, tapi demi backlink dibela2in meninggalkan jejak.

Kalo komentar lama, tidak semua yang mencurigakan saya hapus, tapi ya itu, seperti yang anda bilang, semua yang berbau obat2an langsung saya bersihkan.

Efek penurunan kualitas di search engine memang sangat terasa, apalagi blog ini sudah memiliki di atas 10.000 komentar, jadi kalo seperempatnya aja spam, maka dampaknya sangat buruk.

aurigamaulana said...

Mas, mau tanya.
1. Cara membuat nofollow pada komentar bagaimana caranya?
2. Apa penggunaan chapta dan penghilangan anonymous dipandang lebih baik di mata google? soalnya kalau diberi chapta kadang siswa saya yang komentar pada bingung kok tidak tampak dan yang tidak punya blog kesulitan utk memberikan komentar.
3. Semisal seseorang meninggalakn alamat situsnya tapi tidak live link apa termasuk spam? dan buka-rahasia memakai apa untuk smash smap? pengen diajari
4. Berkomentar dengan menggunakan profil google (plus.google) apa ada keuntungannya? sedangkan ada yang memberitahu lebih baik menggunakan openID sebab bisa memberikan backlink (benarkah?) kalau omentar sudah dinofollowkan apa bisa mendapatkan backlink. Kalau tidak, keuntungannya apa orang2 suka blogwalking yang sebenarnya bukan berniat untuk bertanya?

maaf ya mas kalau saya suka banget nanya-nanya. blog ini soalnya menjadi salah satu referensi tempat mendapatkan info. saya boomark soalnya

Ahmad Khoirul Azmi said...

@auriga:
1. Tidak perlu dilakukan apa2, link2 pada komentar secara default sudah ada atribut nofollow.
2. Fitur captcha penting untuk menghadapi robot spam, tapi tidak efektif untuk menghadapi spammer manusia. Oleh karena itu, untuk menghindari penggunaan captcha, maka sebaiknya komentar di moderasi. Tidak ada efek apa2 captcha dan anonymous, kecuali jika kontennya mengandung spam, maka berbahaya untuk SEO.
3. Saya terkadang membiarkan url blog dituliskan, asal tidak livelink. Hanya terkadang, tapi jika komentar hanya berisi url, maka tetap saya hapus, karena saya pandang tidak ada value, dan numpang promo tanpa memberikan kontribusi.
4. Open ID sebenarnya difungsikan untuk memudahkan menuju blog, tapi jika nofollow, maka bisa dipastikan hampir tidak ada value sama sekali pada link.

Saya pribadi tidak pernah memikirkan membangun link lewat komentar, karena itu hanya akan merusak tujuan berkomentar, jadi mau open ID, mau blogger atau Google profile, apapun yang bisa saya jadikan identitas saya, asal saya bisa meninggalkan komentar, no problem. Link building efektif justru bukan dari komentar. Mengapa link building lewat komentar tidak efektif? anda butuh meraba dan hanya akan memprediksi jika membangun link lewat komentar, waktu yang dibutuhkan banyak, hasilnya kecil. Ada banyak cara konvensional yang masih efektif seperti social bookmark dan direktori. Sedangkan link building melalui komentar kini cenderung mudah dianggap spam, baik oleh pemilik blog maupun Google (penguin).
Yup :)

Dh Ila said...

Maksudnya..mas plis 1 contoh komentar spam dong

Topan Bayu Irawan said...

blognya berat banget gan, ane buka sampe kasih ?m=1 dulu br bisa....
salam blogger

dave said...

baru nyadar kalo di blog saya ternyata terdapat banyak spam. tapi sy tdk begitu setuju kl vomment yg berasal dr anonymous lgs dikategorikan spam. soalnya pengalaman ada kok comment dari anonim tp kontennya cukup nyambung dg konten blog, cukup berbobot pula

danforblogg said...

Misteri Komentar Spam yang tidak mungkin bisa hilang dari dunia Blogging.. :)

Smart Computer said...

Boleh tanya bang, kalau webmaster membalas komentar dan diarahkan ke halaman lain (dalam blog yang sama) melalui link. Apakah ini juga termasuk spam?

Ahmad Khoirul Azmi said...

Bagi saya pribadi, link ke halaman internal selain homepage (deep link)di dalam nama komentator, apalagi dengan keyword yang sangat jelas, adalah hal yang tidak saya ijinkan, sebab spammy.

Tapi kalo maksud anda ingin mereferensikan pengunjung ke salah satu post anda melalui link ke halaman lain di dalam isi komentar, itu sah2 aja, dan justru membantu pengunjung menemukan artikel yang dirujukkan. Dan itu bukan spam.

Edy Riyawan said...

om saya sering buka blog yang berisi tentang game kesukaan saya terus saya tinggalkan link web saya agar yg lain tahu panduan main onlinenya, itu jadi masalah g pada web saya?

bloekoetoek blogonol said...

sekarang spam mungkin tidak banyak berkutik, tapi kadang membuat jengkel juga mas. dan mungkin itu sedikit banyaknya berpengaruh juga pada kesehatan blog yang dikomentari. saya minta izin untuk membuat link ke artikel ini sebagai referensi kawan-kawan blogger yang berkunjung ke blog saya ya mas. makasih atas penjelasannya. mahesa

rian sindu said...

blog saya baru dan pasti masih belajar merangkak mencari visitor. dan saya berniat tidak memasang moderasi dengan tujuan agar orang tidak males berkomentar. saya berpendapat orang malas berkomentar kadang karena males mengetik kode captcha yg njelimet itu.

nah apakah tindakan saya ini beresiko bang?
kalau iya bagaimana solusinya agar tetap pake moderasi tapi orang jadi gak males ngetik kode?

NB : saya pernah liat salah satu blog pr tinggi yg kode nya hanya soal tambah dan kurang matematika. saya kira itu lebih simpel. apakah bang azmi punya script nya?

Ahmad Khoirul Azmi said...

Bisa beresiko apabila kemudian para spammer memanfaatkan kemudahan itu untuk nyepam.
Komentar anda ini masuk ke moderasi tanpa captcha kan? Caranya, matikan saja captcha, di setting blogger.
Itu captcha sistem yang jauh beda dari Blogger, di blogger kita tidak bisa mengutak-atik sistem komentar karena itu hanya bisa di atur blogger. Mungkin yang anda lihat itu tidak pakai blogger. Atau sudah menggunakan sistem komentar lain, seperti disqus, intense debate, dll.

Firdaus Aulia said...

Kayaknya mengenai juga nih ama sobat, kalau saya liat sobat pun ngomentari singkat, dah gitu salah lagi
hehehe....kiding

Komentar spam diatas dah cucok bgt bang
yang paling spam itu saya paling gak suka

kalau berkomentar hanya bilang:
Nice post, thanks ya, good artikel, thanks sobat, artikel yang bermanfaat, tutorialnya keren sobmakasih ya, turorial yang bermanfaat, sukses buat admin dll.

Henki Triswanto said...

Orang nyepam mungkin karena didesak oleh keadaan,moga-moga pihak Google dapat memberikan solusi yang tepat bagi para spamer

Wahyu Trianto said...

Good reading.
Thanks for information,Mr. ^-^

denni rohman h said...

Betul banget bang azmi, sangat setuju. Estetika berkomentar perlu diperhatikan. Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan relevan.
Janganlah terlalu egois, keburu nafsu biar cepat populer produknya main komentar tanpa memperhatikan estetika.
Menaruh link boleh-boleh saja asal benar-benar relevan.
Thank Bang, artikel yang sangat membantu.

dion ahmad said...

mohon pencerahan gan. apabila kita menulis komentar terhadap artikel seseorang dan kemudian kata orang tersebut bahwa komentar yang saya tulis dikategorikan spam. apakah mungkin bahwa komentar saya tadi hanya sengaja tidak di tampilkan dan orang tersebut mengkonfirmasikan lewat email bahwa komentar saya tergolong spam? apa orang tersebut mengada-ngada? dan komentar seperti apa yang menjadi kategori spam? mengingat memang pembicaraan menjadi perdebatan yang sengit. terima kasih

Ahmad Khoirul Azmi said...

Tidak semua komentar spam memang benar-benar spam, karena tergantung kebijakan pemilik blog. Mengenai email, tidak perlu hal semacam itu dilayangkan. Simak kriteria spam di sini:
http://buka-rahasia.blogspot.com/2011/10/hindari-9-hal-dalam-berkomentar-di-blog.html
http://buka-rahasia.blogspot.com/2013/02/klasifikasi-spam-pada-akun-blog-blogger.html

Annur Diana said...

Betul om, bagusnya hapusss...ujuk-ujuk tau-tau segerobak link dipasang,..eh kalau di dashbor belom keliatan, gitu dipasang langsung apus cape ga masalah ngapus di webmaster. Cuma kadang keceplosan ga nyadar, habis publish komentar langsung tinggal ga periksa lagi,..yah kecolongan dah tuh. Btw, om dah kelar tesisnya? aku di fh om...he he he. Sukses ya om khaerul.

Ahmad Khoirul Azmi said...

Hey, Nur!
Belum kelar nih, FH angkatan taun ini? Ikut EAP ga? Kalo ikut, berarti harusnya aku atau teman lain ngajar kamu.

huda cs said...

Maaf mau tanya. Mana yang paling ampuh antara membangun backlink dengan komentar atau yang semacam dengan bookmark.

Secara pribadi saya juga capek kalau haru meniggalkan komen di blog orang lain...

Thanks

Ahmad Khoirul Azmi said...

menurut saya masih jauh lebih mending bookmarking. tapi perlu strategi juga.
cek di sini: http://buka-rahasia.blogspot.com/2012/08/daftar-social-bookmark-dofollow-indonesia-terbaru-update.html

anrhy chipaz said...

keren mas artikelnya...sangant membantu!

ferdon baho said...

salam blogerr all... salam sama empunya blog..
mas saya mau tanya..???
saya sering berkomentar dengan singkat di blogg.. contoh nya : " info nya sngat bermanfat thanxs "
saya berkomentar singkat seperti itu karena memang artikel itu sangat membantu saya dalam membangun blogg.
Apakah comment saya sperti itu SPAM...???
mohon pencerahannya..???

Yayat Hidayat said...

Makasih gan artikelnya membatu sekali, pengalaman tentang blog bertambah lagi, bermanfaat sekali bagi saya bloger newbe. (y)

ismawati isma said...

setuju sekali klo komentar spam diberantas. dan jika diperkenankan, saya ingin menambahi sedikit. boleh ya, pak Azmi?

ini mengenai fitur komen anonymous. untuk blog yg mengulas masalah SEO atau tutorial blog mungkin lebih baik fitur tsb dinonaktifkan saja karena mayoritas pembacanya adalah para pemilik blog yg paham betul bagaimana cara berkomentar di blog lain dengan menggunakan ID terdaftar seperti Google account.

Namun utk blog yg membahas masalah umum seperti contoh blog kesehatan, blog travel dan blog bisnis, lebih baik fitur anonymous tetap diaktifkan karena para pembaca blog-blog tersebut tidak hanya para blogger namun juga masyarakat umum yang saya yakin hampir sebagian besar dari mereka tidak mengetahui apa itu google account dan sejenisnya. Coba bayangkan apabila blog anda berisi tentang jual-beli sepatu dan kebetulan ada orang ingin bertanya tp dia tidak punya (dan tidak tau cara bikin) ID terdaftar semisal Google account dan sejenisnya, maka peluang bisnis anda akan hilang.

mungkin cukup ini saja sedikit tambahan dari saya. maaf kalau ada penggunaan istilah-istilah yg aneh.

ramon lewanna said...
This comment has been removed by the author.
shinobi2304 said...

bener bang anonymous harus di hilangkan soalnya kadang coment nya tidak sopan

terima kasih info nya

newmovie-filmbaru said...

thank for artikel mas (y)

yathi said...

artikelnya bermnfaat skle bagi sya tapi apa pengaruhnya ya bagi blog pemula yang blodgx blum populer seperti saya bila menggunakan komentar spam dan menerima komentar spam apakah
berpengaruh bagi blog saya

Bang Dayat said...

Spam benar-benar membuat risih, karena disebabkan oleh salah satu blogger yang mempunyai traffick tinggi yang dihapus oleh blogger dan buru-buru mencari artikel yang berhubungan dengan spam. Konon katanya blognya dihapus karena spam. Kalau saya sendiri memilih untuk memfilter komentar secara manual sebelum komentar tersebut di dipublish. Terima kasih atas postingannya, sudah menambah ilmu saya.

Yuki talomba said...

penting nih buat blogger nubie kayak saya

lalu alldy pratama said...

Terima kasih artikelnya, sangat membantu saya yang masih baru di dunia blog.

Agus Alisyahrendra said...

hehe maaf bang... saya masih bingung soal spam menyepam... apa komentar saya seperti ini juga masih termasuk spam y... soalnya.. saya terkadang takut untuk berkomentar di blog lain.. jika harus menggunakan open url... soalnya saya juga baru belajar ngeblog dan saya suka sekali dengan blogspot... tapi saya masih bingung dengan link link referral maksdnya yang spam itu gmn? kalau link yg menuju ke blog kita sendiri apakah masih di anggap spam y mas?

Ahmad Khoirul Azmi said...

Agus Alisyahrendra: bisa disimak di sini sob untuk lebih jelasnya:
http://buka-rahasia.blogspot.com/2011/10/hindari-9-hal-dalam-berkomentar-di-blog.html

Oyo Sukarya said...

tambah wawasan lagi tentang spam di kolom komentar, link blog sudah dihapus atau beralih apa perlu dihapus juga ? thx infonya

nihon-lyrics said...

ok akan saya coba tipsnya, tapi saya memilih untuk mematikan capca karena itu pengunjung blog akan malas komen.

nursyam septiadi said...

Baru tahu bahanya asal komentar spam dengan menyertakan link secara berlebihan, mengharapkan seo-nya meningkat malah dihukum oleh Google. Terimakasih atas ilmunya, semoga semakin sukses dunia & akhirat.

Faturochman Fatur said...

thanksz

Harum MF said...

komentar spam ini cuman mau untungnya sendiri dg meninggalkan link dlm komentar blog lain yg justru bsa merugikan blog yg dia beri komentar

rizky pratama said...

komentar spam memang bikin marah yang punya.blog apalagi dngan menyisipkan link hidup atau mati -_-

f4dLy :) said...

Makasih infonya mas, klo untuk SPAM saya keseringan dapat tentang iklan obat-obatan atau seseorang yang katanya ingin meminjamkan uang. Tapi biasanya komentar seperti ini sudah otomatis di deteksi blogger, cuma terkadang heran beberapa komentar teman malah dimasukkan kategori spam

hayunosakura2708 said...

Wah, panjang banget baca komentarnya.... tapi "nice info" (bukan spam lhoo....) :D artikelnya sangat membantu buat blogger pemula kayak saya

ocie pemutih said...

berkat artikel diatas sya sudah paham dengan yang namanya spam, tapi saya juga belum paham contohnya spam itu yang gimana ,,?? bentuknya kayak apa ..?? tapi saya juga tau sedikit tentang spam.. contohnya seperti meninggalkan link aktif..

tapi untuk link aktif itu saya juga gak ngerti maksudnya..?
jika link aktif itu misal yah .. "www.creampemutihkulitocie.blogspot.com" (itu link blog saya). itu disertakan dalam komentar apakah dianggap spam..?

nah kalo seandainya di anggap spam itu bagaimana solusinya biar kita tidak dianggap spam tapi kita tetep bisa memperkenalkan blok kita melalalui komentar di blog lain. terimaskasi. mohon jawabannya gan

Ahmad Khoirul Azmi said...

Definisi komentar spam sederhana saja, dalam konteks umum, yaitu konten komentar yang tidak sesuai dengan konten artikel. Jadi jika sebuah post bahas tentang desain blog, misalnya, lalu isi komentar-nya justru mempromosikan produk, link spam, dll, jelas itu komentar spam.

Saya tidak pernah keberatan dengan komentator yang meninggalkan url blog (bukan link aktif) sebagai signature, tapi tidak diikuti dengan bahasa promosi (misalnya, kunjungi blog ini ya , ini produk paling canggih, jangan lupa cek link berikut, dst.. dst). Jelas itu bahasa promosi. Dan komentar bukan untuk promosi. Tempat promo paling tepat ya di jaringan iklan, web iklan baris, adwords, dan seterusnya.

Nah pertanyaannya, apakah url yang anda lampirkan benar-benar menuju ke sebuah blog (dimana di dalamnya ada berbagai macam artikel yang ditulis dan dibagi oleh penulisnya kepada pembaca) atau sekedar blog yang digunakan untuk berjualan?
Keduanya berbeda jauh, meski sama-sama menggunakan platform blog. Kalo termasuk jenis yang kedua, jelas banyak yang akan nolak, karena komentar tidak digunakan untuk promosi, apalagi promosi produk komersial.

nathania alexa said...

gan bagaimana jika ada yang pasang link seperti ini :
Contoh :
http://adf.ly/8563817/http://buka-rahasia.blogspot.com
Apa pengaruhnya terhadap SEO...?

Ahmad Khoirul Azmi said...

Tidak ada pengaruh buat SEO, tapi orang yang ngelink jelas ga mau ketauan ngelink ke halaman orang lain (dengan redirect) plus cari duit via adfly

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan. Jika ingin menuliskan kode di dalam komentar, convert dulu dengan HTML Encoder. Centang "Notify me" untuk mengetahui balasannya. Maaf apabila komentar dibalas dalam waktu lama atau tidak terbalas karena saya tidak online setiap hari. Atau biar lebih cepat dan enakan bisa kontak lewat Facebook. KOMENTAR BERISI LINK & tidak sesuai dengan Comment Policy akan langsung dihapus.Karena banyaknya spam, komentar sekarang di-moderasi sebelum diterbitkan. Thanks.
Smashed Spams: 11362

Recent Comments

Tautweb.com

  • Menulis Artikel Blog

    Tips dan panduan menulis artikel blog berkualitas dan menarik (dalam beberapa seri).

  • Template Blog Terbaik

    Review dan daftar situs pembuat dan penyedia template blogger berkualitas dan tentunya terbaik.

  • Strategi SEO 2015

    Hal apa saja yang wajib menjadi bagian dari strategi SEO di tahun ini? Simak ulasan lengkapnya di sini.

  • Artikel SEO Friendly

    Tips membuat artikel yang memenuhi syarat SEO sekaligus tetap menjaga kualitasnya.

  • Belajar HTML & CSS

    5 situs rekomendasi untuk mempelajari HTML dan CSS dari tingkat dasar.

© 2010-2015 Buka Rahasia Blogspot | Template by Dicas Blogger | Modified & Enhanced by Ahmad Khoirul Azmi

 ContactPrivacy PolicyComment PolicySitemap